Sunday, June 24, 2018

Catatan dari Umroh Desember 2017

1. Jika mendapat bahan untuk dijahit sendiri dari travel penyelenggara, pastikan dulu gimana posisi logo yang benar, sehingga ketika dijahit tidak terbalik logo dari perusahaan travel tersebut. (sepele tapi gak nyaman kalo tau seragam yang kita pakai ada yang salah).
2. Jika kita dari daerah yang cukup jauh dari bandara, maka siapkan tas sandang untuk pakaian satu kali ganti dan jaket, karena ketika menuju hotel setibanya di arab saudi, kita belum bisa mengakses tas koper.
3. Jangan lupa bertukar nomor HP sesama jamaah dan menyimpan nomor HP pembimbing dan mengantongi Kartu hotel tempat menginap di Madinah maupun di Makkah.
4. bagaimanapun kondisinya, jangan lupa makan, karena Umroh ataupun Haji adalah Ibadah yang membutuhkan fisik yang fit.
5. Jangan lupa bawa sambal kesukaan anda, ringan tetapi dapat jadi penawar ketika menu di negeri orang tak cocok di lidah.
6. Berfhoto boleh, tapi ingat tujuan utama anda adalah Ibadah, Perbanyak dzikir dan Istghfar.
7. Perbanyak minum Air Zamzam mumpung gratis, tapi jangan salah ini bukan Air Zamzam, di Madinah Air Zamzam disediakan di dalam masjid.
8. jangan takut bersosialisasi karena tidak bisa bahasa arab, karena mereka sudah pinter berbahasa Indonsesia

9. Cobalah makanan khas di sana, karena ada keberkahan.
10. Jangan asal belanja, bertanyalah ke pendamping di mana penjual yang lebih murah, sebaiknya berbelanja lah menggunakan mata uang di sana, karena pembulatan yang mereka berlakukan jika menggunakan rupiah sungguh berlipat-lipat.
11. dan terakhir, jangan lupa saling mendoakan, karena di sana tempatnya doa dikabulkan, semoga kita semua diberi kesempatan mengunjungi Ka'bah baik pada tahun ini maupun tahun yang akan datang. Amiiin...


Wednesday, April 18, 2018

Beni Hadirkan Syekh Ahmed al Mishry

Menyambut Peringatan Isra' Mi'raj nabi Muhammad S.A.W. 1439 H Plt. Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi hadirkan Syekh Ahmed al Mishry dari Jakarta untuk memberikan ceramah dalam rangka kegiatan tersebut. Setidaknya ditargetkan ceramah agama yang dilaksanakan di masjid Darussalam Sungai lilin ini akan dihadiri lebih dari 4.000 jamaah.

Wednesday, November 29, 2017

Duo Ustadz

Penampilah H. Azhari, S.Sos.I dan H. Yusrizal, S.Pd.I pada Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin 1438 H...

Masjid Terapung Jamik An Nur Sekayu

Idul Adha 1438 H...

Thursday, November 26, 2015

Pemimpin adalah Imam

Memperhatikan program kerja Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin khususnya di Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, terdapat beberapa pelatihan seperti: Pelatihan Imam dan Marbot, ditambah lagi Pemerintah sudah menyiapkan honor bagi Marbot Masjid. Selain itu bagian Kesejahteraan Rakyat juga punya program Sarjana Binda Desa (SBD) yang terdiri dari alumni IAIN Raden Fatah Palembang untuk membina sekaligus menjadi imam di Masjid tiap binaan desa mereka masing-masing.
Banyak sekali kan dana yang digelontorkan untuk meningkatkan semangat beragama dan apakah itu cukup? Jawabannya tentu saja tidak, terbukti masih dijumpai banyak musholla atau masjid yang tidak punya Imam sehingga ketika tiba wktu sholat berjamaah mereka celingak celinguk mencari siapa yang mau jadi Imam, ditambah lagi imam yang ada pun kualitasnya masih jauh dibawah standar (fasih dan berakhlakul karimah).Sehingga sangat wajar sekali beberapa masjid khusus untuk kegiatan jumatan menganggarkan uang saku bagi Imam dan Khotib, tetapi mereka tidak mampu untuk anggaran imam dalam melaksanakan sholat 5 waktu. Apakah uang saku ini salah, tentu butuh kajian yang lebih serius, hanya saja yang tampak sekarang kita sudah krisis Imam yang fasih bacaan alqur'an nya dan baik akhlak di luar sholat.
Menindak lanjuti kesulitan tersebut sebenarnya ada solusi sederhana yang tidak butuh anggaran tambahan yaitu seorang pemimpim dalam pemerintahan harus merangkap Imam di masjid sesuai dengan wilayah kerja masing-masing, Seorang Bupati haruslah imam sholat 5 waktu di masjid agung kabupaten tersebut, camat menjadi imam di masjid besar di kecamatannya begitu seterusnya. Di samping gaji bupati dan jabatan lainnya sudah melekat sebagai gajinya sebagai Imam masjid, sehingga syarat ketiak ia mencalonkan diri menjadi pemimpin pun bisa ditambahkan sudah menjadi imam masjid sholat 5 waktu minimal 1 tahun di samping tidak mengurangi syarat calon pemimpin yang sudah ada sekarang. Dunia kita kacau dan agama kita berantakan karena kita memisahkan Pemimpin dari perannya sebagai Imam.